Oct 05 2007
’Dukungan terhadap Meneg BUMN untuk Melakukan MERGER BANK BTN
1.Latar Belakang          .         Â
 Meski kabar yang beredar tentang pelepasan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) BTN sudah tahun 2001,’ namun realisasinya hingga kini belum juga tercapai. Padahal, masyarakat luas sudah bersiap menjadi investor dan membeli saham BTN, yang kabarnya akan dilepas sekitar 30 persen. Boleh jadi, saham BTN bakal menjadi saham paling favorit investor di lantai bursa, lantaran selama inipun surat utang atau obligasi BTN selalu habis diserbu para investor.Bakal menariknya saham BTN tak terlepas dari ‘gemerlap’nya industri properti dan dukungan masyarakat yang membutuhkan BTN. Apalagi, kualitas kinerja Bank BTN yang dominan dalam pembiayaan perumahan juga terus cemerlang.          Pada 2006 lalu, BTN berhasil merealisasikan penyaluran kredit baru sebesar Rp. 6,28 triliun. Angka itu melampaui target yang dipatok sebelumnya sebesar Rp. 5,76 triliun. Seiring itu, total kredit (outstanding kredit) ikut melonjak menjadi Rp. 18,08 triliun pada tahun 2007 yang berarti tumbuh sebesar 17,71% dibanding sebesar Rp 15,36 triliun pada tahun 2005. Sementara pertumbuhan kredit secara nasional menurut Bank Indonesia hanya 14,10%. Untuk mendukung sektor riil dalam rangka meningkatkan lapangan kerja dalam tahun 2007 Bank BTN menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 22% menjadi Rp 22,06 triliun. Angka pertumbuhan kredit ini yang tertinggi yang pernah dicapai oleh Bank BTN sepanjang lebih setengah abad usianya.Â
         Pemerintah akan menunda proses IPO Bank BTN pernyataan dari Meneg BUMN Sofyan Jalil ,karena dianggap IPO BTN tidak meyelesaikan masalah yang dihadapi Bank BTN dalam menambah modalnya . Pemerintah akan membuka kembali wacana merger Bank BTN dengan BRI atu dengan BNI yang dinilai akan memberikan solusi bagi Bank BTN ,caranya bisa diSubsidiary atau dikonsolidasikan .           Yang menjadi persoalannya adalah mismatch terhadap sumber dana yang dimiliki Bank BTN yang harus disalurkan dalam jangka panjang sementara sumber dananya adalah jangka pendek dan yang menjadi persoalan lainnya adalah karena Bank BTN saat ini hanya berfokus pada sektor perkreditan perumahan, kedepan Bank BTn akan tergerus karena banyak bank bank swasta maupun BUMN yang main di sektor perkreditan perumahan karena alasan tersebut maka IPO Bank BTN akan ditunda karena dianggap tidak menguntungkan dan hanya menghasilkan dana yang tidak terlalu besar 2. Agenda Pemerintah Terhadap BUMN Perbankan Â
         Agenda merger Perbankan BUMN oleh Kementerian Negara BUMN dikarenakan ada tiga hal yang diminta Bank Indonesia untuk diselesaikan perbankan sampai akhir tahun 2007. Pertama, BI mengharuskan semua bank kecil memenuhi persyaratan modal minimum Rp 80 miliar. ,Kedua, BI mengharuskan semua bank, baik kecil maupun besar, memenuhi persyaratan Bank Berkinerja Baik (termasuk syarat rasio permodalan) dan Ketiga, BI mengharuskan perbankan yang terkena aturan kepemilikan tunggal untuk menyampaikan action plan (rencana aksi) pada akhir 2007. Kepada pemerintah diberikan dispensasi tenggat penyampaian rencana aksi bank BUMN, realisasinya tetap diharapkan selesai pada akhir 2010 seperti yang berlaku bagi bank swasta nasional         Apakah itu aturan kepemilikan tunggal atau biasa disebut single presence policy (SPP)? Peraturan ini mengharuskan pemegang saham pengendali tidak boleh memiliki lebih dari satu bank di Indonesia. Pemegang saham pengendali mempunyai tiga pilihan: pertama, melakukan penggabungan (merger) beberapa bank yang dimilikinya; kedua, melakukan divestasi kepemilikan ke bawah 25 persen sehingga hanya menjadi pemegang saham pengendali pada satu bank saja; atau ketiga, membentuk financial holding company (induk perusahaan keuangan)         Kegagalan Divestasi atau penjualan aset negara yang berupa Bank BNI pada pemerintahan SBY /JK ,yanga pada akhirnya malah menurunkan company Value Bank BNI harus dijadikan pelajaran terbaik bagi Bank BTN , karena hasil IPO Bank BTN kalau dipaksakanpun akan mengalami kegagalan seperti bank BNI , sehingga apa yang dilakukan Meneg BUMn untuk menunda IPO bank BTN adalah sangat tetapt dan merubahnya menjadi program merger BTN dengan BNI ,BRI atau bank Mandiri Yang bakal seru adalah pertarungan bank BUMN menjadi bank konsolidator dan siapa yang bakal mengakuisisi BTN. Proses go public BTN ditunda karena masalah krusial BTN adalah mencari dukungan dana jangka panjang untuk mengembangkan kredit kepemilikan rumah (KPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun sekarang sudah berlomba-lomba masuk ke KPR, bank-bank nasional belum mau masuk ke KPR untuk rumah sangat sederhana. Kalau melihat segmen bisnisnya, yaitu segmen usaha kecil (kredit ritel, mikro), tampaknya lebih cocok apabila BRI mengakuisisi BTN. 3. Sikap FSP BUMN Bersatu Terhadap rencana Merger Bank BTN a. Proses Merger Bank BTN jangan sampai merugikan para pekerja di Bank BTN serta jangan samapi menurunkan pendapatan dan mendown grade tingkat kepegawaian di Bank BTN .b. Proses Merger Bank BTN harus dilakukan secara prudent dan terbuka agar nilai dari aset Bank BTN terukur c. Merger bank BTN sebaiknya dilakukan dengan BRI yang mempunyai karakter dan pangsa pasar yang sama . agar Bank hasil Merger antara bank BTn dan Bank BRI benar benar memberikan hasil yang nyata untuk penyediaan rumah murah untuk kalangan pekerja kelas menengah kebawah. d. Dalam proses merger ini sebaik knya Meneg BUMN untuk segera melakukan RUPS Bank BTN untuk menetapkan Direksi Bank BTN yang kredibel.e. FSP BUMN Bersatu merekomendasikan Meneg BUMN agar Bank BTN Pra Merger dengan Bank BRI dapat dipimpin oleh CEO yang mempunyai hubungan baik dengan Bank BRI dan mengerti Culture bank BRI dan mengerti caulture Bank BTN agar proses Bridging dapat berjalan mulus sehingga tidak ada masalah dengan para pekerja Bank BTN yang di Merger.
- Paper positioning FSP BUMN Bersatu Terkait Pergantian direksi BUMN kepada Meneg BUMN
- DPR Beri Target Tinggi, Meneg BUMN Pesimis
- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Harus Melakukan Eksplorasi Dan Penemuan Hukum Dalam Perkara Banding Temasek Dan Telkomsel
- Sekilas Tentang PAPERNAS
- IDM dukung proyek listrik 10.000 Megawatt PT PLN
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!






